jauh hari saat membayangkan lagi-lagi harus menabuh takbir sendiri didalam hati, bikin hati nyesek.
dan disaat waktu itu benar-benar datang, sesak itu secara resmi ngalir jadi bulir air mata :'(
ada rasa iri yang luar biasa melihat mereka yang punya saudara disini, mereka yang bisa pulang kampung, mereka yang bisa bertakbir bersama orang-orang tersayang.
ada sedih yang cukup bikin rumit perasaan saat sadar, dari 14 kamar kos yang ada disini, cuma ada saya yang menghabiskan malam takbiran dan pagi idul adha sendirian.
ini memang bukan tahun pertama saya merasakan idul adha jauh dari keluarga, namun bukan berarti menjadi lebih mudah untuk dilewati, justru rindu itu semakin kuat dan menggebu.
tiap kali ada yang bertanya ga pulang kampung, rasanya pengeeeen banget nyuruh mereka cukup baca ekspresi muka aja, jangan pake ditanya deh, makin pilu -___-
I wish I can be tough :')
semoga.
aini juga ga mau terlalu sedih, ga mau dirasain banget pake hati.
kasian kalo sampe mama cemas, ga mau juga bikin arif makin repot ngurusin aini disini.
ga mau juga icha sibuk nge"pukpuk"in aini :')
gapapa deh,
jadi anak perantauannya dipuas-puasin aja dulu. biar makin panjang kisah hidup buat diceritain ke anak cucu entar :|
wkwkwkwk..
last but not least,
HAPPY EID MUBARAK :))
-aini-
Kamis, 25 Oktober 2012
Minggu, 21 Oktober 2012
:)
terimakasih sudah begitu besar menyayangiku
terimakasih atas ketulusan menjagaku
terimakasih sebegitu kuat ingin melindungiku :'))
kamu yang terbaik yang pernah ada,
yang terindah yang pernah kupunya,
yang ter- ter- ter- ter- , semuanya yang terbaik semoga selalu ada didalam dirimu :)
Jumat, 05 Oktober 2012
ya, ibu saya seorang mualaf
Lahir dengan keluarga yang seluruhnya beragama Budha, besar
dalam didikan agama Budha, dan merupakan salah satu pengajar agama Budha untuk
anak-anak kecil saat beliau masih duduk di bangku SMA. Bahkan saat beliau masih
kuliah di Kota Padang, rutinitas sembahyang di klenteng daerah Pondok adalah rutinitas
wajib bagi beliau.
Namun , cinta Allah
kepada ibu saya mulai menyentuhnya melalui cinta yang perlahan tumbuh didalam
hati ayah dan ibu saya. Jalan Allah memang luar biasa, ibu saya begitu dalam
jatuh cinta kepada Islam, menjelang usianya 25 tahun ibu saya resmi
mengucapkan dua kalimat syahadat dan
menjadi pemeluk Islam yang taat sampai detik ini, InsyaAllah :’)
Ya, ibu saya seorang mualaf.
Ibu saya mungkin berbeda.
Beliau terlambat mengenal Islam, tertatih dalam mempelajari
semua tentang Islam, beradu hebat dengan nafsu saat belajar menahan lapar dan
dahaga.
Namun itu sama sekali bukan hal yang membuat ibu saya
terlihat kecil dibandingkan dengan pemeluk-pemeluk Islam lainnya yang telah
lahir dalam keadaan beragama Islam.
Ibu mungkin mengalami sedikit kendala saat ingin mengajar
kami mengaji, sedikit kesulitan menghapal ayat-ayat suci Al-Quran, sedikit
terbata menjawab ketika anak-anaknya menanyakan tentang kisah Nabi dan RasulNya.
Namun ibu tidak pernah kehilangan cara, ibu tidak ingin anak-anaknya kalah ilmu
agama dengan anak-anak yang lain, ibu tanamkan agama dengan kuat dihati kami
sedari kecil. Beliau sekolahkan kami di TK Islam terbaik, beliau antar-jemput
kami setiap sore mengaji di yayasan pengajian terbaik, beliau wajibkan kami
sholat berjamaah setiap 5 waktu.
Ibu saya mungkin bukanlah seorang ustadzah, bukan pula anak
alim ulama. Diusianya yang sudah mulai sulit menghapal, beliau masih sangat
ingin belajar tentang Islam, ingin menambah bacaan ayat pendek dalam sholatnya,
dan masih ingin belajar mengaji :’)
Beberapa orang mungkin mencemooh ibu saya, saat mereka tau
bahwa saat membaca yasiin ibu saya seringkali membaca tulisan bahasa
indonesianya, bukan bahasa arabnya.
Namun ibu selalu berbesar hati dengan mengatakan bahwa
beliau percaya Allah mengerti segala bahasa dan mau memahami kondisi beliau
yang masih tahap belajar..
Saat menulis ini.
Saya benar-benar tau, seberapa besar kebanggaan saya
terhadap beliau :’)
Bangga memiliki ibu yang kuat dan hebatnya luar biasa.
Saya tau, ibu mulai merindukan Tanah Suci.
Bersabarlah sedikit, bu. InsyAllah saya sendiri yang akan
membawa ibu mengunjungi tempat paling indah didunia itu :))
ananda yg selalu merindukanmu,
aini :')
ya, ibu saya seorang mualaf
Lahir dengan keluarga yang seluruhnya beragama Budha, besar
dalam didikan agama Budha, dan merupakan salah satu pengajar agama Budha untuk
anak-anak kecil saat beliau masih duduk di bangku SMA. Bahkan saat beliau masih
kuliah di Kota Padang, rutinitas sembahyang di klenteng daerah Pondok adalah rutinitas
wajib bagi beliau.
Namun , cinta Allah
kepada ibu saya mulai menyentuhnya melalui cinta yang perlahan tumbuh didalam
hati ayah dan ibu saya. Jalan Allah memang luar biasa, ibu saya begitu dalam
jatuh cinta kepada Islam, menjelang usianya 25 tahun ibu saya resmi
mengucapkan dua kalimat syahadat dan
menjadi pemeluk Islam yang taat sampai detik ini, InsyaAllah :’)
Ya, ibu saya seorang mualaf.
Ibu saya mungkin berbeda.
Beliau terlambat mengenal Islam, tertatih dalam mempelajari
semua tentang Islam, beradu hebat dengan nafsu saat belajar menahan lapar dan
dahaga.
Namun itu sama sekali bukan hal yang membuat ibu saya
terlihat kecil dibandingkan dengan pemeluk-pemeluk Islam lainnya yang telah
lahir dalam keadaan beragama Islam.
Ibu mungkin mengalami sedikit kendala saat ingin mengajar
kami mengaji, sedikit kesulitan menghapal ayat-ayat suci Al-Quran, sedikit
terbata menjawab ketika anak-anaknya menanyakan tentang kisah Nabi dan RasulNya.
Namun ibu tidak pernah kehilangan cara, ibu tidak ingin anak-anaknya kalah ilmu
agama dengan anak-anak yang lain, ibu tanamkan agama dengan kuat dihati kami
sedari kecil. Beliau sekolahkan kami di TK Islam terbaik, beliau antar-jemput
kami setiap sore mengaji di yayasan pengajian terbaik, beliau wajibkan kami
sholat berjamaah setiap 5 waktu.
Ibu saya mungkin bukanlah seorang ustadzah, bukan pula anak
alim ulama. Diusianya yang sudah mulai sulit menghapal, beliau masih sangat
ingin belajar tentang Islam, ingin menambah bacaan ayat pendek dalam sholatnya,
dan masih ingin belajar mengaji :’)
Beberapa orang mungkin mencemooh ibu saya, saat mereka tau
bahwa saat membaca yasiin ibu saya seringkali membaca tulisan bahasa
indonesianya, bukan bahasa arabnya.
Namun ibu selalu berbesar hati dengan mengatakan bahwa
beliau percaya Allah mengerti segala bahasa dan mau memahami kondisi beliau
yang masih tahap belajar..
Saat menulis ini.
Saya benar-benar tau, seberapa besar kebanggaan saya
terhadap beliau :’)
Bangga memiliki ibu yang kuat dan hebatnya luar biasa.
Saya tau, ibu mulai merindukan Tanah Suci.
Bersabarlah sedikit, bu. InsyAllah saya sendiri yang akan
membawa ibu mengunjungi tempat paling indah didunia itu :))
ananda yg selalu merindukanmu,
aini :')
Selasa, 02 Oktober 2012
Sebelasnya Kita
11
selalu jadi momen indah menjelang kamu, hahaha..
buat jelek,
terimakasih untuk hadiah-hadiah menjelang hari ini ya
unforgettable! >.<
tuh liat, kita udah sebelas bulan aja.
udah makin tua umur kebersamaan kita, udah seharusnya juga kita berdua sebagai pemrakarsa hubungan ini untuk bisa semakin dewasa :)
jangan ngambek-ngambekan lagi, yang rukun ya kita berdua.
kamu tau, ada sesak dihati aku yang rusuhnya ga nyantai tiap kita diem-dieman, ada sedih yang cukup bikin murung seharian tiap kita berantem.
you have beeen a part of my soul, something is missing when you left me alone.
and I wish, you never ever let me alone.
love you, always and forever :')
yours,
aini :)
Minggu, 30 September 2012
no smoking means...
dear every papa in this whole world,
you have to know how much we need you, how much we love you, and how much we care about you :')
when we say "NO SMOKING"
it's really means, "WE LOVE YOU, WE REALLY NEED YOU TO STAY LONGER"
please,
hear our begging :'(
dan buat kamu,
aku selalu bisa menerima apapun keadaan kamu,
selalu bisa mencintai semua yang ada pada dirimu,
dan aku tau kamu sangat menyadari itu.
disaat aku memintamu untuk mengurangi merokok,
ketahuilah bahwa yang aku lakukan bukan hanya meminta pada dirimu, aku juga meminta dan memohon pada hatimu untuk lebih sadar bahwa mengkhawatirkan keadaanmu adalah hal yang sering kulakukan saat tau bahwa banyak sekali bahaya dari merokok itu :'(
jika benar kamu menyayangiku sebesar yang kamu katakan,
maka kurangi merokoknya ya, aku akan menunggu sampai kamu benar-benar tidak perlu lagi menggantungkan harimu pada rokok itu.
buktikan kalau kamu memang ingin lebih lama lagi mengukir cerita kita bersama :')
aku benar-benar berharap kamu mau mendengarkan permintaanku ini :(
uu te es
aaaarghh UTS!!
ga terasa udah harus ngadepin yg namanya Ujian Tengah Semester, lumayan jadi shock therapy juga karena rasanya baru kemarin sore mengawali semester 5 ini.
~,~
bagaimanapun,
satu-satunya cara yang bisa dilakukan adalah menghadapinya.
bagaimanapun,
senjata paling ampuh yang bisa kita pake adalah berdoa dan belajar dengan baik.
mudah-mudahan bisa ngerjain semua pertanyaan dengan baik, bisa fokus belajar, dan Allah berkenan mempermudah segalanya :')
FIGHTING!!!
aini dan arif pasti bisa menuju masa depan*eh?
:o
mulai kacooo, syndrom uts ini mah -__________-"
ckckck..
daaaan dear matkul SKA, jangan bandel-bandel yaa besok :((
-aini-
Selasa, 25 September 2012
salahkah?
ini salahku yang jatuh terlalu dalam, terlalu dalam jatuh untuk mencintaimu..
bertahan.
hanya itu yang terus aku lakukan sebagai bukti bahwa aku sangat ingin bersamamu.
selamanya ingin denganmu..
aku tidak merutuk tentang hujan dipenghujung sore tadi.
aku tidak pula menyesali tentang semua rasa sendiri sehari ini.
aku tidak berharap kamu bisa menjadi seperhatian dan seperduli mereka-mereka yang aku lihat tadi :')
salahkah?
ketika ada iri ku yang membuncah,
merasa ingin dicari sebegitu kuatnya seperti perempuan lain yang dicari kekasih mereka,
merasa diperdulikan bahkan disaat aku tidak meminta,
merasa ingin dihampiri meski aku tidak sendiri,
dikhawatirkan meski aku baik-baik saja,
aku takut aku letih memberitahumu, betapa pentingnya setiap waktu kita.
aku takut aku bosan meyakinkanmu, untuk tidak perlu lagi mencemaskan kesetiaanku, kesetiaan yang bukan hanya padamu, tapi juga pada setiap janji kita..
aku tau, aku telah terbiasa mencintaimu lebih banyak, memperhatikan dan memperdulikanmu lebih sering.
namun mengertilah,
ada saat dimana meski ditengah keramaian seperti tadi
aku merasa sendiri, sangat sendiri :'(
mungkinkah..
aku harus pergi terlebih dulu, agar aku bisa merasakan bagaimana dikhawatirkan, dicari dan diperdulikan olehmu?
:((
Langganan:
Postingan (Atom)
.jpg)

